Samsung Perkenalkan Galaxy Tab Q

KOMPAS.com - Akhir minggu lalu, Samsung memperkenalkan sebuah gadget baru, Galaxy Tab Q. Perangkat ini merupakan tablet berukuran 7 inci yang turut dilengkapi dengan pengeras suara, mikrofon, dan kemampuan voicecall. 

Dengan kata lain, sebagaimana dilansir oleh BGR, meski berukuran bongsor, Galaxy Tab Q bisa dipakai untuk menelepon serta mengirim SMS. Tablet tersebut tak ubahnya sebuah smartphone dengan layar yang sangat besar.

Dilihat dari daftar jeroan hardware yang tertanam di dalamnya, Galaxy Tab Q termasuk perangkat kelas menengah. 

Spesifikasinya mencakup layar 7 TFT 7 inci (1280x720) prosesor quad-core berkecepatan 1,2 GHz, RAM sebesar 1,5 GB, slot micro-SD, GPS, dukungan NFC, Bluetooth, serta kamera 8 megapixel dan 2 megapixel. 

Kapasitas baterainya termasuk kecil untuk ukuran tablet, yakni 3.200 mAh. Seperti dua saudaranya, Note 3 dan Tab S, Galaxy Tab Q memiliki sisi belakang yang dilapis material kulit palsu.

Galaxy Tab Q disinyalir menjalankan sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean. Perangkat ini diluncurkan di Tiongkok melalui operator seluler China Mobile dan China  Unicom. 

Belum diketahui apakah Samsung akan merilis Galaxy Tab Q di wilayah pasar lain atau tidak.

Related Posts:

Samsung Luncurkan Toko Aplikasi Android

KOMPAS.com - Samsung meneruskan usaha mengambil sebagian “kue” dari toko aplikasi Google Play Store.

Raksasa elektronik Korea Selatan itu minggu lalu meluncurkan Galaxy Apps Store, toko aplikasi Android miliknya sendiri yang menyediakan judul-judul eksklusif untuk para pemilik perangkat Samsung Galaxy.

Sebenarnya Samsung telah memiliki toko aplikasi bernama Samsung Apps. Galaxy Apps Store yang baru diluncurkan merupakan re-branding dari toko aplikasi sebelumnya itu.

“Sebuah peningkatan dibanding pendahulunya, Samsung Apps, toko aplikasi yang baru memberikan kustomisasi lebih luas untuk para pemilik perangkat mobile dan akan menjadi platform untuk menawarkan berbagai promosi dan diskon,” tulis Samsung dalam sebuah pengumuman yang dikutip oleh The Inquirer.

Samsung menyebutkan bahwa Galaxy Apps Store menyediakan “ratusan” aplikasi yang didesain khsus untuk perangkat Galaxy macam Galaxy S5 dan Galaxy S5 Mini.

Aplikasi-aplikasi itu dibagi menjadi tiga kategori untuk para pemilik ponsel Galaxy, yaitu Galaxy Gifts, Galaxy Essentials, dan Galaxy Specials.

Galaxy Apps Store mulai digulirkan menjelang akhir minggu lalu dan sudah bisa diakses di beberapa wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Related Posts:

HP Tawarkan Solusi TI “Gaya Baru”

MUMBAI, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Hewlett-Packard (Hewlett-Packard) siap mendukung segmen korporasi dan pemerintahan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi informasi “gaya baru” yang kini fokus pada empat pilar, yaitu big data, komputasi awan, mobilitas, dan keamanan.

Layanan yang disediakan HP ini disebut Advisory Services. Mereka menyediakan konsultasi end-to-end, perencanaan strategi TI, arsitektur perusahaan, tata kelola TI, manajemen perubahan organisasasi, modernisasi aplikasi, dan roadmap yang dapat diterapkan.

Menurut Senior Vice President HP Enterprise Services Asia Pacific and Japan, Bruce Dahlgren, korporasi dan pemerintahan harus mengubah infrastruktur teknologi informasi tradisional menuju infrastruktur baru yang lebih canggih, namun fleksibel dan dapat menekan biaya.

Karena, pada akhirnya, korporasi dan pemerintahan semakin mendapat tekanan dari industri dan pelanggan yang memaksa mereka melakukan peningkatan teknologi.

“Jika ingin sukses menyediakan layanan, mereka harus menuju teknologi gaya baru yang sesuai dengan kebutuhan dan memberikan efek bisnis yang nyata,” kata Bruce dalam acara HP Media Summit 2014 di Mumbai, India, Rabu (2/7/2014).

Menurut lembaga riset IDC, peningkatan teknologi untuk mengatasi masalah big data, komputasi awan, mobilitas, dan keamanan, memiliki dampak sangat besar di seluruh sektor industri. Oleh karena itu, korporasi dan pemerintahan harus menyediakan dana untuk mengatasi masalah itu.

Pada 2020, IDC memperkirakan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Asia Pasifik (kecuali Jepang) akan mengeluarkan dana hampir 900 miliar dollar AS, dengan lebih dari 55 persen di antaranya berasal dari teknologi dan solusi yang menggerakkan keempat pilar di atas.

Solusi teknologi empat pilar itu sebenarnya menjadi isu hangat sejak beberapa tahun lalu. Namun, HP merasa perlu mengkampanyekan istilah solusi teknologi "gaya baru" agar korporasi dan pemerintahan beranjak dari pola tradisional untuk menghadapi masa depan.

Related Posts: